
Apa Itu Montessori? Mengenal Metode Belajar yang Populer di Preschool dan TK
Saat mencari preschool atau TK untuk anak, kamu mungkin sering menemukan sekolah yang menggunakan istilah Montessori. Metode ini cukup populer di berbagai sekolah di Indonesia, terutama pada jenjang pendidikan anak usia dini. Montessori sering dikaitkan dengan kegiatan belajar yang menyenangkan, ruang kelas yang tertata rapi, serta anak-anak yang terlihat mandiri saat melakukan aktivitas. Namun, sebenarnya apa itu Montessori?
Saat mencari preschool atau TK untuk anak, kamu mungkin sering menemukan sekolah yang menggunakan istilah Montessori.
Metode ini cukup populer di berbagai sekolah di Indonesia, terutama pada jenjang pendidikan anak usia dini. Montessori sering dikaitkan dengan kegiatan belajar yang menyenangkan, ruang kelas yang tertata rapi, serta anak-anak yang terlihat mandiri saat melakukan aktivitas.
Namun, sebenarnya apa itu Montessori?
Apakah Montessori merupakan kurikulum internasional? Apakah anak hanya bermain sepanjang hari? Dan apa yang membuat pendekatan ini berbeda dari pembelajaran TK pada umumnya?
Sebelum memilih sekolah Montessori untuk anak, yuk kenali konsep dan cara penerapannya.
Apa Itu Montessori?
Montessori adalah metode pendidikan yang dikembangkan oleh Dr. Maria Montessori, seorang dokter dan pendidik asal Italia, pada awal abad ke-20.
Metode ini berangkat dari pemahaman bahwa anak memiliki dorongan alami untuk belajar melalui pengalaman langsung, eksplorasi, dan interaksi dengan lingkungannya.
Pada 1907, Maria Montessori membuka Casa dei Bambini atau Children's House pertama di Roma, Italia. Dari sinilah pendekatan Montessori mulai berkembang dan kemudian diterapkan di berbagai negara.
Berbeda dengan pembelajaran yang seluruh kegiatannya ditentukan oleh guru, Montessori memberikan anak kesempatan memilih aktivitas sesuai minat dan tahap perkembangannya, dengan pendampingan serta batasan yang jelas.
Tujuannya bukan sekadar membuat anak pintar membaca atau berhitung lebih cepat.
Montessori juga menekankan perkembangan kemandirian, konsentrasi, koordinasi, tanggung jawab, dan kemampuan memecahkan masalah.
Montessori Itu Kurikulum atau Metode Pembelajaran?
Montessori sering disebut sebagai kurikulum Montessori, tetapi secara lebih tepat Montessori merupakan metode atau pendekatan pendidikan yang memiliki filosofi, lingkungan belajar, materi khusus, dan area pembelajaran yang terstruktur.
Jadi, Montessori bukan sekadar metode mengajar yang membebaskan anak melakukan apa saja.
Dalam pendidikan Montessori, aktivitas disusun secara sistematis berdasarkan perkembangan anak.
Pada jenjang early years, pembelajaran umumnya mencakup Practical Life, Sensorial, Language, Mathematics, dan Cultural Studies.
Sekolah dapat mengintegrasikan metode Montessori dengan kurikulum nasional atau kerangka pembelajaran lainnya, tergantung sistem pendidikan yang digunakan.
Karena itu, dua sekolah yang sama-sama menggunakan Montessori belum tentu memiliki program yang identik.
Bagaimana Anak Belajar di Kelas Montessori?
Salah satu ciri khas Montessori adalah konsep prepared environment, yaitu lingkungan yang dirancang khusus untuk mendukung pembelajaran mandiri.
Ruang kelas biasanya memiliki rak rendah, material yang mudah dijangkau, dan area aktivitas yang tertata.
Anak dapat memilih kegiatan yang tersedia, menggunakannya dengan cara yang telah diperkenalkan guru, lalu mengembalikannya setelah selesai.
Misalnya, anak berusia empat tahun memilih aktivitas menuangkan air dari satu wadah ke wadah lainnya.
Sekilas, kegiatan tersebut terlihat sederhana.
Padahal, anak sedang melatih koordinasi tangan dan mata, konsentrasi, kontrol gerakan, serta kemandirian.
Aktivitas seperti ini merupakan bagian penting dari pembelajaran Montessori.
Belajar dengan Material Khusus
Montessori juga menggunakan material pembelajaran yang dirancang untuk membantu anak memahami konsep secara konkret.
Contohnya, Pink Tower digunakan untuk mengeksplorasi perbedaan ukuran dan dimensi.
Sandpaper Letters membantu anak mengenali bentuk huruf melalui sentuhan, sementara Number Rods memperkenalkan konsep kuantitas dan urutan angka.
Anak tidak hanya mendengarkan penjelasan.
Mereka menyentuh, mencoba, mengamati, dan mengulangi aktivitas sampai semakin memahami konsepnya.
Apa Peran Guru dalam Montessori?
Dalam Montessori, guru sering disebut sebagai guide atau pembimbing.
Namun, bukan berarti guru hanya duduk mengamati anak.
Guru memiliki peran penting dalam mempersiapkan lingkungan, memperkenalkan material, mengamati perkembangan, dan membantu anak menemukan tantangan berikutnya.
Guru juga menentukan kapan anak siap mempelajari keterampilan baru.
Karena itu, kualitas dan pelatihan guru menjadi faktor penting ketika memilih sekolah Montessori.
Montessori yang baik bukan hanya tentang memiliki material Montessori, tetapi bagaimana guru menggunakan material tersebut untuk mendukung perkembangan anak.
Kenapa Kelas Montessori Sering Menggabungkan Beberapa Usia?
Dalam penerapan Montessori yang umum, anak belajar dalam kelompok usia campuran.
Untuk jenjang early childhood, kelompok usia 3–6 tahun merupakan salah satu pengelompokan yang paling dikenal.
Tujuannya memberikan kesempatan kepada anak yang lebih kecil untuk belajar dari anak yang lebih besar.
Sementara itu, anak yang lebih besar dapat mengembangkan tanggung jawab dan kemampuan sosial ketika membantu teman yang lebih muda.
Namun, tidak semua sekolah yang menyebut dirinya Montessori menerapkan pengelompokan usia yang sama.
Karena itu, tanyakan bagaimana struktur kelas diterapkan di sekolah pilihan kamu.
Apa Perbedaan Montessori dengan TK Konvensional?
Perbedaan utamanya terletak pada pengorganisasian kegiatan belajar.
Dalam kelas TK yang lebih berpusat pada guru, seluruh siswa mungkin mengikuti kegiatan yang sama pada waktu yang sama.
Sementara dalam Montessori, anak biasanya memiliki kesempatan memilih aktivitas secara individual atau dalam kelompok kecil selama periode belajar tertentu.
Pembelajaran juga lebih menekankan penggunaan material konkret, pengulangan aktivitas, dan perkembangan sesuai kesiapan anak.
Namun, ini bukan berarti TK non-Montessori selalu menggunakan pembelajaran satu arah.
Banyak sekolah di Indonesia saat ini juga menerapkan pembelajaran aktif, eksplorasi, dan kegiatan berbasis permainan.
Karena itu, sebaiknya bandingkan praktik pembelajaran yang sebenarnya, bukan hanya nama pendekatannya.
Apakah Montessori Cocok untuk Semua Anak?
Montessori dapat menjadi pilihan menarik bagi keluarga yang menghargai kemandirian, eksplorasi, pembelajaran langsung, dan kesempatan anak berkembang sesuai kecepatannya.
Namun, kecocokan tidak dapat ditentukan hanya dari label Montessori.
Setiap anak memiliki kebutuhan berbeda.
Begitu pula setiap sekolah memiliki kualitas guru, lingkungan, rutinitas, dan penerapan metode yang berbeda.
Saat melakukan school tour, perhatikan bagaimana guru berinteraksi dengan anak, bagaimana aktivitas dipilih, serta bagaimana sekolah membantu anak yang membutuhkan pendampingan tambahan.
Tanyakan juga bagaimana sekolah memantau perkembangan anak dan berkomunikasi dengan orang tua.
Apakah Semua Sekolah Montessori Memiliki Standar yang Sama?
Tidak selalu.
Istilah Montessori digunakan oleh banyak lembaga pendidikan di seluruh dunia. Namun, penggunaan nama tersebut saja tidak menjamin bahwa sebuah sekolah mengikuti standar pelatihan atau penerapan yang sama.
Organisasi seperti Association Montessori Internationale (AMI) dan American Montessori Society (AMS) memiliki kerangka pelatihan atau pengakuan tersendiri.
Jika sekolah menyatakan memiliki afiliasi atau pengakuan tertentu, kamu dapat meminta informasi dan memverifikasinya.
Yang terpenting, cari tahu apakah metode Montessori benar-benar terlihat dalam kegiatan sehari-hari.
Memilih Montessori Bukan Sekadar Memilih Nama Metode
Montessori menawarkan pendekatan pendidikan yang menghargai kemampuan anak untuk belajar melalui pengalaman langsung, lingkungan yang terstruktur, dan kesempatan mengembangkan kemandirian.
Tetapi Montessori bukan satu-satunya pendekatan yang baik untuk pendidikan anak usia dini.
Saat memilih preschool atau TK, pertimbangkan juga kualitas guru, lingkungan sekolah, kebutuhan anak, lokasi, biaya, serta komunikasi antara sekolah dan orang tua.
Karena pada akhirnya, tujuan memilih sekolah bukan menemukan metode yang paling populer.
Melainkan menemukan lingkungan belajar yang paling sesuai untuk anak kamu.
Sedang mencari sekolah yann menggunakan kurikulum Montessori? Temukan berbagai jenjang sekolah di Indonesia di website kami, dan jelajahi pilihan berdasarkan lokasi, kurikulum, serta kebutuhan pendidikan anak kamu.



