Kembali ke Berita
Gedung Sekolah
Panduan & Tips12 September 202610 mnt baca

Sekolah Internasional dan Sekolah SPK di Indonesia: Apa Bedanya dan Apa Hubungannya?

Kalau kamu sedang mencari sekolah di Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, atau Tangerang, istilah “sekolah internasional” pasti sering muncul. Ada sekolah yang menggunakan Cambridge. Ada yang menawarkan International Baccalaureate (IB). Ada pula sekolah dengan kurikulum Australia, Inggris, Amerika, Singapura, atau negara lainnya. Namun, ketika mulai melakukan riset lebih jauh, kamu mungkin menemukan istilah lain: SPK atau Satuan Pendidikan Kerja Sama. Lalu muncul pertanyaan yang cukup wajar. Apa sebenarnya sekolah SPK? Apakah SPK sama dengan sekolah internasional? Kenapa ada sekolah yang dulu menggunakan kata “International” tetapi sekarang menggunakan “Intercultural”? Dan apakah semua sekolah yang menggunakan kurikulum internasional otomatis menjadi SPK?

Kalau kamu sedang mencari sekolah di Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, atau Tangerang, istilah “sekolah internasional” pasti sering muncul.

Ada sekolah yang menggunakan Cambridge. Ada yang menawarkan International Baccalaureate (IB). Ada pula sekolah dengan kurikulum Australia, Inggris, Amerika, Singapura, atau negara lainnya.

Namun, ketika mulai melakukan riset lebih jauh, kamu mungkin menemukan istilah lain: SPK atau Satuan Pendidikan Kerja Sama.

Lalu muncul pertanyaan yang cukup wajar.

Apa sebenarnya sekolah SPK? Apakah SPK sama dengan sekolah internasional? Kenapa ada sekolah yang dulu menggunakan kata “International” tetapi sekarang menggunakan “Intercultural”? Dan apakah semua sekolah yang menggunakan kurikulum internasional otomatis menjadi SPK?

Jawabannya sedikit lebih kompleks daripada sekadar “iya” atau “tidak”.

Mari kita bahas dari awal.

Apa yang Dimaksud dengan Sekolah Internasional?

Dalam percakapan sehari-hari, istilah sekolah internasional biasanya digunakan untuk menggambarkan sekolah yang memiliki orientasi pendidikan global.

Ciri-cirinya bisa bermacam-macam.

Sekolah tersebut mungkin menggunakan kurikulum internasional seperti Cambridge International atau International Baccalaureate. Bahasa Inggris mungkin menjadi bahasa utama pembelajaran. Komunitas siswanya bisa berasal dari berbagai negara. Guru asing juga mungkin menjadi bagian dari tenaga pendidiknya.

Karena itu, ketika orang tua mengatakan, “Saya sedang mencari sekolah internasional,” biasanya yang dicari bukan sekadar sebuah status administratif.

Mereka sedang mencari pengalaman pendidikan tertentu.

Misalnya, pembelajaran dalam bahasa Inggris, kurikulum yang dapat mendukung pendidikan ke luar negeri, lingkungan multikultural, atau pendekatan pembelajaran yang lebih global.

Istilah tersebut masih sangat umum digunakan dalam percakapan, pencarian Google, bahkan ketika orang tua membandingkan sekolah.

Namun, dari sisi regulasi pendidikan Indonesia, ada konteks penting yang perlu kamu ketahui.

Sejak 2014, Istilah “Sekolah Internasional” Berubah

Perubahan besar terjadi pada 2014.

Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 31 Tahun 2014, pemerintah mengatur kerja sama penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan antara Lembaga Pendidikan Asing dan Lembaga Pendidikan Indonesia.

Sejak 1 Desember 2014, sekolah yang sebelumnya berlabel “international” di Indonesia harus menyesuaikan status dan penamaannya menjadi Satuan Pendidikan Kerja Sama atau SPK sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Inilah salah satu alasan mengapa sekarang kamu menemukan nama seperti “Intercultural School” dan bukan “International School” pada beberapa sekolah yang selama bertahun-tahun dikenal masyarakat sebagai sekolah internasional.

Jadi, istilah sekolah internasional tidak begitu saja menghilang dari percakapan masyarakat.

Tetapi secara regulasi, kita perlu memahami konsep SPK.

Jadi, Apa Itu Sekolah SPK?

SPK adalah singkatan dari Satuan Pendidikan Kerja Sama.

Menurut Kemendikdasmen, SPK merupakan satuan pendidikan yang diselenggarakan atau dikelola berdasarkan kerja sama antara Lembaga Pendidikan Asing yang terakreditasi atau diakui di negaranya dengan Lembaga Pendidikan di Indonesia, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Artinya, SPK bukan sekadar sekolah yang menggunakan bahasa Inggris.

Bukan pula sekadar sekolah yang memasang label “global” atau “international curriculum”.

Ada struktur kerja sama dan persyaratan formal di belakangnya.

Instrumen akreditasi SPK yang ditetapkan pemerintah, misalnya, memeriksa apakah sekolah memiliki izin pendirian SPK yang masih berlaku dan perjanjian kerja sama dengan Lembaga Pendidikan Asing yang diakui. Instrumen tersebut juga memasukkan aspek kinerja satuan pendidikan dan wawasan kebangsaan.

Jadi, ketika sebuah sekolah memiliki status SPK, istilah tersebut memiliki arti administratif dan regulasi yang lebih spesifik.

Lalu, Apa Hubungan Sekolah Internasional dengan SPK?

Cara paling sederhana untuk memahaminya adalah seperti ini.

“Sekolah internasional” merupakan istilah yang masih lazim digunakan masyarakat untuk menggambarkan jenis atau pengalaman pendidikan tertentu. Sementara SPK merupakan status penyelenggaraan sekolah berdasarkan regulasi Indonesia.

Keduanya sangat berkaitan, tetapi tidak persis sama sebagai istilah.

Sekolah yang dahulu secara resmi menggunakan status atau label sekolah internasional harus menyesuaikan dengan ketentuan SPK setelah perubahan regulasi pada 2014. Contoh konkretnya dapat dilihat pada dokumen pemerintah mengenai Green School. Dokumen izin tersebut mencatat perubahan status dari “Sekolah Internasional” menjadi “Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) Penyelenggaraan”.

Karena itu, saat ini kamu masih mungkin mendengar orang tua mengatakan, “Anak saya sekolah di international school.”

Secara percakapan, maksudnya mudah dipahami.

Namun, ketika kamu ingin memastikan status resmi sekolah, pertanyaan yang lebih tepat adalah: “Apakah sekolah ini berstatus SPK?”

Perbedaan kecil dalam istilah ini penting, terutama kalau kamu sedang melakukan riset serius sebelum mendaftarkan anak.

Apakah Semua Sekolah dengan Kurikulum Internasional adalah SPK?

Nah, ini bagian yang sering membuat orang tua bingung.

Melihat logo Cambridge, IB, atau program internasional tertentu di website sekolah tidak seharusnya langsung membuat kita menyimpulkan status legal sekolah tersebut.

Kurikulum dan status penyelenggaraan adalah dua informasi yang berbeda.

Sebuah sekolah dapat menawarkan elemen pendidikan internasional, pembelajaran bilingual, program tertentu, atau mengadopsi materi dari luar negeri. Tetapi untuk mengetahui apakah sekolah tersebut secara resmi merupakan sekolah SPK, kamu perlu melihat status penyelenggaraannya.

Jadi, ketika melakukan riset, jangan berhenti pada pertanyaan, “Kurikulumnya apa?”

Tanyakan juga, “Apa status sekolahnya?”

Dua pertanyaan ini memberikan informasi yang berbeda.

Kurikulum membantu kamu memahami apa dan bagaimana anak akan belajar.

Status SPK membantu kamu memahami bagaimana sekolah tersebut diselenggarakan dalam kerangka regulasi Indonesia.

SPK Tetap Menjadi Bagian dari Sistem Pendidikan di Indonesia

Ada persepsi bahwa karena sekolah SPK memiliki orientasi internasional, berarti sekolah tersebut berada sepenuhnya di luar sistem pendidikan Indonesia.

Tidak sesederhana itu.

SPK tetap merupakan satuan pendidikan yang beroperasi di Indonesia dan tunduk pada ketentuan yang berlaku.

Bahkan dalam instrumen akreditasi SPK, pemerintah memasukkan komponen wawasan kebangsaan selain syarat formal dan kinerja satuan pendidikan.

Status SPK juga masih secara eksplisit digunakan dalam kebijakan pendidikan terbaru. Dalam ketentuan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, misalnya, Satuan Pendidikan Kerja Sama disebut sebagai salah satu jenis satuan pendidikan yang dikecualikan dari penerapan empat jalur penerimaan murid—domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi—yang berlaku pada sekolah tertentu.

Jadi, SPK bukan istilah lama yang sudah tidak relevan.

Status tersebut masih digunakan dalam sistem pendidikan Indonesia saat ini.

Bagaimana dengan Kurikulum di Sekolah SPK?

Ini juga menarik.

Salah satu alasan orang tua memilih sekolah yang secara umum disebut sekolah internasional adalah kurikulumnya.

Sekolah SPK pada umumnya dapat menggunakan kurikulum negara lain atau kurikulum internasional dalam penyelenggaraan pendidikannya. Pemerintah sendiri pernah menggambarkan SPK sebagai pengguna kurikulum negara lain atau kurikulum internasional dengan pemenuhan standar yang diakui secara internasional.

Dalam praktiknya, kamu bisa menemukan sekolah dengan program Cambridge, International Baccalaureate, atau sistem pendidikan dari negara tertentu.

Tetapi sekali lagi, jangan menyamaratakan semua SPK.

Sekolah A dan sekolah B sama-sama berstatus SPK belum tentu menggunakan kurikulum yang sama.

Metode belajarnya juga belum tentu sama.

Bahasa pengantarnya bisa berbeda.

Komposisi siswanya bisa berbeda.

Biayanya pun bisa sangat berbeda.

Status SPK memberikan informasi mengenai bentuk penyelenggaraan sekolah, tetapi belum menjawab apakah sekolah tersebut cocok untuk anak kamu.

Apakah Sekolah SPK Hanya untuk Anak Warga Negara Asing?

Tidak.

Ini juga salah satu kesalahpahaman yang cukup umum.

Sekolah SPK dapat memiliki siswa Warga Negara Indonesia maupun warga negara asing sesuai ketentuan yang berlaku.

Jadi, status SPK bukan berarti sekolah tersebut hanya diperuntukkan bagi keluarga ekspatriat.

Bahkan banyak keluarga Indonesia memilih sekolah SPK karena menginginkan pendidikan dengan exposure internasional sambil tetap bersekolah di Indonesia.

Hal yang perlu kamu perhatikan justru adalah profil komunitas masing-masing sekolah.

Ada sekolah dengan komunitas yang sangat multinasional.

Ada juga sekolah berorientasi internasional dengan mayoritas siswa Indonesia.

Pengalaman sosial anak tentu dapat berbeda di masing-masing lingkungan tersebut.

Karena itu, kalau keberagaman komunitas menjadi prioritas keluarga, tanyakan komposisi siswa ketika melakukan school visit atau open house.

Sekolah Internasional, SPK, dan Nasional Plus: Jangan Tertukar

Kebingungan biasanya bertambah ketika istilah “nasional plus” ikut masuk.

Dalam penggunaan sehari-hari, nasional plus biasanya merujuk pada sekolah Indonesia yang memberikan tambahan atau pengayaan internasional, misalnya pembelajaran bilingual, penggunaan program Cambridge tertentu, atau pendekatan pendidikan global.

Tetapi nasional plus bukan sinonim dari SPK.

Begitu pula sekolah yang menggunakan bahasa Inggris bukan otomatis sekolah SPK.

Itulah mengapa sebaiknya kamu memisahkan beberapa informasi ketika membandingkan sekolah di Indonesia: status sekolah, kurikulum, bahasa pengantar, pendekatan pembelajaran, dan program internasional yang ditawarkan.

Dengan cara ini, kamu tidak perlu terlalu bergantung pada label.

Jadi, Apa yang Sebaiknya Ditanyakan kepada Sekolah?

Saat datang ke open house, kamu tidak perlu menggunakan istilah pendidikan yang rumit.

Mulailah dengan pertanyaan sederhana.

“Apakah sekolah ini berstatus SPK?”

Kemudian tanyakan kurikulum apa yang digunakan dan lembaga pendidikan asing apa yang menjadi mitranya jika sekolah tersebut SPK.

Setelah itu, gali bagaimana kurikulum tersebut diterapkan.

Apakah Bahasa Inggris menjadi bahasa utama?

Bagaimana Bahasa Indonesia diajarkan?

Apakah ada guru asing dan guru Indonesia?

Bagaimana sistem assessment-nya?

Apa jalur pendidikan siswa setelah lulus?

Pertanyaan seperti ini jauh lebih membantu daripada hanya bertanya, “Ini international school, kan?”

Kamu mendapatkan gambaran mengenai status sekaligus pengalaman pendidikan anak.

Jangan Memilih Sekolah Hanya karena Ada Kata “International”

Kata “international” memang terdengar menarik.

Tetapi sebagai orang tua, kamu membutuhkan informasi yang lebih dalam.

Kurikulum internasional yang terkenal belum tentu cocok dengan gaya belajar anak. Komunitas multikultural belum tentu menjadi prioritas semua keluarga. Penggunaan Bahasa Inggris juga perlu disesuaikan dengan kesiapan anak.

Begitu pula status sekolah SPK.

Status tersebut penting untuk diketahui, tetapi bukan ukuran tunggal bahwa satu sekolah pasti lebih baik daripada sekolah lainnya.

Pada akhirnya, kamu tetap perlu melihat kualitas guru, ukuran kelas, student support, metode pembelajaran, fasilitas, jarak dari rumah, kegiatan siswa, biaya, serta budaya sekolah.

Karena memilih sekolah bukan kompetisi mencari label paling prestisius.

Tujuannya adalah menemukan lingkungan belajar yang paling sesuai untuk anak.

Jadi, Sekolah Internasional atau Sekolah SPK?

Kalau kamu menemukan kedua istilah ini ketika mencari sekolah, sekarang perbedaannya seharusnya lebih jelas.

Sekolah internasional adalah istilah yang masih umum digunakan masyarakat untuk menggambarkan sekolah dengan karakter atau orientasi pendidikan internasional. SPK atau Satuan Pendidikan Kerja Sama adalah istilah resmi untuk bentuk penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kerja sama antara Lembaga Pendidikan Asing dan Lembaga Pendidikan Indonesia sesuai regulasi yang berlaku.

Sejak perubahan regulasi pada 2014, sekolah yang sebelumnya berlabel internasional harus menyesuaikan dengan ketentuan SPK. Karena itulah istilah yang digunakan orang tua sehari-hari dan status resmi sebuah sekolah bisa terdengar berbeda.

Yang paling penting, jangan berhenti pada label.

Saat mencari sekolah di Indonesia, periksa status sekolahnya. Kenali kurikulumnya. Cari tahu bahasa pengantarnya. Pelajari pendekatan belajarnya. Bandingkan biaya dan fasilitasnya. Kemudian lihat apakah semuanya sesuai dengan kebutuhan anak dan keluarga kamu.

Semakin lengkap informasi yang kamu miliki, semakin mudah pula membuat shortlist sekolah yang benar-benar relevan.

Sedang mencari sekolah internasional, sekolah SPK, nasional plus, atau sekolah swasta lainnya? Temukan berbagai sekolah di Indonesia di website kami dan bandingkan pilihan yang paling sesuai untuk anak kamu.

Direktori Sekolah Indonesia
Tim Direktori Sekolah IndonesiaKepala Hubungan Masyarakat

Artikel Terkait

Baca artikel lain yang mungkin menarik untuk Anda.

Apa Itu Montessori? Mengenal Metode Belajar yang Populer di Preschool dan TK
Panduan & Tips

Apa Itu Montessori? Mengenal Metode Belajar yang Populer di Preschool dan TK

Saat mencari preschool atau TK untuk anak, kamu mungkin sering menemukan sekolah yang menggunakan istilah Montessori. Metode ini cukup populer di berbagai sekolah di Indonesia, terutama pada jenjang pendidikan anak usia dini. Montessori sering dikaitkan dengan kegiatan belajar yang menyenangkan, ruang kelas yang tertata rapi, serta anak-anak yang terlihat mandiri saat melakukan aktivitas. Namun, sebenarnya apa itu Montessori?

Arti logo cambridge untuk sekolah
Panduan & Tips

Ada Logo Cambridge di Sekolah, Apa Artinya? Ini yang Perlu Orang Tua Tahu

Saat mencari sekolah di Indonesia, kamu mungkin sering melihat logo Cambridge terpampang di website sekolah, brosur, banner open house, atau bahkan di dinding dekat pintu masuk sekolah. Logo tersebut tentu mudah menarik perhatian.Bagi banyak orang tua, nama Cambridge langsung diasosiasikan dengan kurikulum internasional, pendidikan berstandar global, Bahasa Inggris, hingga persiapan untuk kuliah di luar negeri. Tetapi sebenarnya, apa arti logo Cambridge di sebuah sekolah?

Reggio Emilia Approach Pendekatan Belajar yang Berpusat pada Anak
Panduan & Tips

Reggio Emilia Approach Pendekatan Belajar yang Berpusat pada Anak

Saat mencari preschool atau early years program, kamu mungkin pernah menemukan sekolah yang menuliskan “Kurikulum Reggio Emilia” pada profil mereka. Istilah ini memang cukup populer. Reggio Emilia sering disejajarkan dengan Montessori, Cambridge, IB, atau kurikulum pendidikan lainnya. Akibatnya, cukup mudah bagi orang tua untuk menganggap bahwa Reggio Emilia adalah sebuah kurikulum dengan materi, target pembelajaran, dan struktur yang sudah ditentukan. Padahal, sebenarnya tidak begitu.

Siap mencari sekolah untuk anak Anda?

Temukan Sekolah

Bergabung dengan Newsletter Kami

Dapatkan esai eksklusif, rangkuman berita komunitas bulanan, serta pengumuman awal gelombang PPDB langsung di kotak masuk Anda.